Dari Barat hingga Timur

           Sabtu(24/05)  komunitas tari Kirana Aditya Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  menampilkan  pagelaran tari di  gedung  XT Square Yogyakarta. Pagelaran dengan tajuk Kemilau Nusantara Panca Prawesti ini mempersembahkan 15 tarian dari Sabang sampai Merauke dengan 42 penari, 4 pemusik dan 3 penyanyi. Acara pagelaran ini merupakan rangkaian ke 4 dari  perayaan Technology Days. Technology Days adalah program kerja tahunan Fakultas Teknik Industri (FTI) UAD yang tahun ini memasuki periode ke 3. Wahyu saputra, ketua panitia Technology Days mengungkapkan acara pagelaran tari ini merupakan bentuk kepedulian mahasiwa FTI terhadap budaya Indonesia.

            Dua jam lamanya pagelaran tari ini dipertunjukkan. Eka Novitasari, ketua komunitas tari Kirana Aditya mengatakan mereka  membutuhkan  waktu empat bulan untuk persiapan acara pagelaran ini. Ia juga mengakui dalam persiapannya terdapat  beberapa hambatan, diantaranya  susah mencari tempat untuk latihan, mengatur banyaknya penari , dan kedisiplinan waktu . “Yang namanya proses nggak bisa dijelaskan mbak ya itu susah,” ungkapnya.

            Pagelaran tari yang dibuka dengan tarian Gambyong dari Jawa Tengah ini sangat menarik perhatian penonton. Banyaknya sorotan lampu dan gemuruh tepukan penonton membuat acara pagelaran tari semakin meriah. Pergantian  penari dengan tarian yang ditampilakn  membuat penonton semakin antusias dalam  menyaksikannya. “Pemilihan tarian  dari awal sampai  akhir tu nggak monoton” ungkap salah satu penonton, Yana dengan antusias.

            Pagelaran ini menampilkan tari gambyong, tari Openi, tari  Saman, tari Butet, tari Padang, tari Lampung, tari Sintren, tari  Lir ilir, tari Rek ayo rek, tari  Janger, tari Cikcik periuk, tari Ovalangga, tari  Papua, tari Sipatokaan, dan kolaborasi dari semua tarian. Selain merupakan rangkaian dari acara Technologi Days, pagelaran ini juga memberikan keuntungan  tersendiri bagi komunitas tari Kirana Aditya.  karena dengan adanya pagelaran tari ini, komunitas tari semakin dikenal dan diminati.

            Eka Novitasari berharap dengan adanya pagelaran tari ini, komunitas tari tidak lagi dipandang sebelah mata dan bisa diakui sebagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). (Defa)

About PoroS online

Menyibak Realita

Posted on 28 May 2014, in BERITA UTAMA. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: