SOLEDAD ITU SENDIRI

Image

Judul: Of Mice and Men: Tragedi hidup manusia

Penulis: John Steinbeck

Judul Asli: Of Mice and Men

Penerjemah: Shita Athiya

Copyright © 1937 by John Steinbeck, renewed 1965

Penerbit: selasar

Tebal: 150 hlm

Kesepian.

Semua manusia tidak ingin merasakannya.

Seperti kisah George Milton dan Lennie Small dalam Novel berjudul ‘’of Mice and Man’’. Kesepian telah mengantarkan mereka kepada sebuah persahabatan yang kuat. George, lelaki biasa namun pekerja keras merajut mimpi untuk memiliki sebuah peternakan serta rumah tinggal sendiri. Ia bersahabat dengan Lennie, lelaki dengan postur badan yang besar  dan kuat. Namun mengalami keterbelakangan mental dan pelupa. Lennie terobsesi dengan sesuatu yang lembut, ia suka sekali mengelus tikus, kelinci dan Anjing. Meski akhirnya hewan tersebut akan mati di dalam cengkraman tangannya yang kuat.

George dan Lennie merupakan perpaduan yang unik dari kelompok masyarakat kelas bawah. Mereka terpaksa melarikan diri dari tempatnya bekerja. Lennie di tuduh memperkosa seorang gadis setelah menyentuh gaunnya yang halus. Pengembaraan mereka pun sampai pada sebuah kota yang bernama Soledad. Pekerjaan sebagai tukang angkut gandum di sebuah lahan pertanian akhirnya mereka jalani. Demi mewujudkan rumah, peternakan, lahan berkebun, kelinci dan kebebasan yang mereka impikan.

Dalam menjalani kehidupan George sering sekali mengingatkan Lennie untuk berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan. Lennie dilarangnya untuk dekat dengan Istri Curley, anak pemilik lahan pertanian yang memiliki sifat sombong dan Angkuh. Lennie pun selalu berupaya menghindari kemarahan George dan mengikuti perkataannya, meski akhirnya semua tidak bisa berjalan seperti yang dikehendaki keduanya. Tak jarang Lennie lepas kontrol dan membuat geram George. Namun tetap, George bersedia bercerita mengenai impian keduanya ketika Lennie memintanya. Meski itu harus dilakukannya hampir setiap hari.

Kehidupan pekerja pertanian banyak menggambarkan mengenai kesepian yang mendalam. Candy, lelaki tua bertangan satu harus merelakan anjing tua nya ditembak mati oleh kawannya sendiri. Padahal Anjing itulah teman setianya selama bertahun-tahun, pengobat sepi akan ketiadaan keluarga. Lalu, Kisah penjaga kandang bernama Crooks, Ia harus merasakan diskriminasi karena kulitnya yang berwarna gelap. Selain itu, ada Istri Curley yang ternyata tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya. Ia memendam kepedihan seorang diri, tanpa ia bagi kepada sang suami.

Impian George terdengar oleh Candy dan Crooks, mereka pun selanjutnya turut menggantungkan cita-cita padanya. Pada saat itu, seolah impian yang mereka pegang selama ini akan segera terwujud dalam waktu dekat. Candy memberi tabungan miliknya untuk dijadikan modal dalam membeli rumah. Lennie dan George pun bertekad bekerja lebih keras untuk menggenapi kekurangannya. Hingga pada akhirnya terjadilah sesuatu, Lennie tidak sengaja membunuh istri Curley karena ingin sekali mengelus rambutnya yang lembut. Lennie  mematahkan lehernya dan Ia melarikan diri.

George paham kemana Lennie pergi. Mereka bertemu di pinggir sungai pada saat matahari sudah berwarna kemerahan. Mereka kembali bercerita tentang impian, harapan, rumah, perkebunan dan kelinci. Sangat intim kedekatan itu. Hingga akhirnya, Lennie tergeletak karena peluru yang menembus kepalanya. George telah membunuhnya. Ia tidak ingin Lennie dibunuh karena dendam orang lain. Ia memilih membunuh dengan tangannya sendiri.

Novel ini secara tegas memberikan pemahaman tentang bagaimana hubungan antar manusia. Menceritakan tentang kehidupan manusia yang terbuang dalam rangkaian kalimat yang sederhana dan mudah untuk dimengerti. Ia menciptakan alur yang apik dan setting yang sangat mendukung tema. Namun, ketika membaca novel ini dalam terjemahan bahasa Indonesia, kekurangan akan terlihat pada paduan antar kata maupun kalimatnya.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 1937 oleh New York Time, didapati bahwa tokoh Lennie terinspirasi dari karakter nyata yang kemudian dirawat di Rumah sakit jiwa. Pengalaman hidup penulis menjadi satu modal tersendiri bagi kekayaan nilai novel ini. Steinbeck sang penulis novel memang dikenal sebagai pengembara, ia sering berganti pekerjaan kasar yang membuatnya memahami bagaimana kehidupan sosial masyarakat. Dan Ia menulis pengalamannya sendiri.

 

 

About PoroS online

Menyibak Realita

Posted on 3 January 2014, in RESENSI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: