Ribetnya Pelayanan di UAD

Ribetnya Pelayanan di UAD

Ini yang dari dulu saya keluhkan, kenapa KRS harus manual, padahal sudah on line? Bukankah ini dua kali kerja bahkan juga tidak efektif.  Prosedur ini yang mestinya tidak perlu. Teman saya dari Universitas swasta di DIY (bukan bermaksud untuk membandingkan) mengomentari saya, dan ia bilang “kok jadul banget sih!.” Apalagi kalau pembayaran, kenapa harus di bank kampus, padahal di luar juga sama banknya. Ini untuk menghindari antrian dan berdesak-desakkan mahasiswa yang melupakan jenis kelaminnya.

Maklum saya masih tahun pertama di kampus ‘orange’ ini, jadi saya berharap pihak kampus memperhatikannya.

Ony, Mahasiswa Fakultas Sastra

About PoroS online

Menyibak Realita

Posted on 23 February 2008, in SUARA MAHASISWA. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Hehe, Siapa suruh masuk UAD??!!

    Kalau nggak puas pindah aja mas. Tapi kalau masih semangat, kenapa nggak demo… hehehe

  2. yupz… sepakat buanget tu.. kampus “orange”!!! apa-apa pelayananya ribet,,, padahlkan yang namanya PTS tu mstinya pelayanan untuk mahasiswa itu no. 1… kan mahasiswa yang gaji.. dalam Islam ada pepatah “senyum itu ibadah”…lah di UAD “senyum aja kok susah”….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: