Pendaftaran Anggota Baru 2015

Persyaratan :

  1. Mahasiswa aktif UAD
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Melampirkan foto ukuran 3×4
  4. Mengikuti tes wawancara

Waktu Pendaftaran : 

Gelombang 1            : 31 Agustus – 12 September 2015

Wawancara               : 13 September 2015

Glombang 2              : 14 – 19 September 2015

Wawancara               : 20 September 2015

Gelombang 3            : 21 – 26 September 2015

Wawancara               : 27 September 2015

Catatan :

Bagi pendaftar mengembalikan formulir saat tes wawancara atau bisa langsung datang ke Sekretariat kami di Jalan Kapas No.9 Lantai 1 ITC UAD

Informasi lebih lanjut :

Twitter : @porosUAD

Facebook : Persma Poros UAD

atau hubungi CP : 0819-1479-7429 (Bintang)

Akibat Membludak, Maba Duduk Di Tribun Bawah

Saat pembukaan P2K di Gor Amongrogo (31/8) Maba ada yang duduk di tribun bagian atas dan bawah. dok. Poros

Saat pembukaan P2K di Gor Amongrogo (31/8) Maba ada yang duduk di tribun bagian atas dan bawah. dok. Poros

        Jumlah Mahasiswa Baru (Maba) yang mengikuti acara pembukaan (31/8) Program Pengenalan Kampus  (P2K) adalah 5014. Acara yang di selenggarakan di GOR Amongrogo ini tidak dapat menampung keseluruhan Maba untuk duduk di tribun atas. Maba dari 3 fakultas akhirnya duduk di tribun bawah Amongrogo. Hal ini disebabkan karena jumlah Maba yang banyak.  Ketiga Fakultas tersebut adalah, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Farmasi serta sebagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

      Dewi Novita Sari Mahasiswa baru (Maba) prodi Pendidikan Biologi yang duduk di tribun  bawah, menuturkan kekecewaannya saat di temui poros (31/8). “Kalau memang duduk di atas ya semuanya harus duduk di atas dan ataupun kalau ada yang duduk di bawah harus bareng-bareng,” ungkapnya.

      Hal serupa di sampaikan oleh salah satu Maba prodi Pendidikan Matematika, Imam Muhajir Setiawan yang menuturkan keadaan yang dirasaknnya. “Rasanya beda, harusnya kan semua bisa duduk di atas dan kursinya pas,”  ungkapnya. Selain  itu ia juga menambahkan, “Kalau  mahasiswanya banyak, mungkin tempatnya bisa dipindahkan,” tambahnya.

       Tidak hanya kecewa, Maba juga merasa tidak nyaman akibat duduk di tribun bawah. “Enggak enaknya di kaki karena cape,” ungkap Devika Citra Lestina Maba Pendidikan Matematika.

       Penempatan Maba yang duduk di tribun bawah sebelumnya tidak di rencanakan. Sebelumnya diinformasikan bahwa tempat duduk untuk seluruh Maba yaitu di tribun atas. Ulinnuha selaku panitia FKIP mengiyakan bahwa  tidak ada informasi sebelumnya perihal Maba yang akan duduk di tribun bawah.

      Faiza khusnuni Afra selaku ketua panitia Fakultas Farmasi juga mengatakan “Dari awal kami sudah di tempatkan di tribun masing-masing (tribun bagian atas-red) dan solusi yang di tawarkan dari panpus adalah di tribun bawah,” papar Faiza.

      Faisal Ramdani selaku ketua panitia pusat mengatakan ini bukanlah hal yang diprediksikan sebelumnya. Menurutnya karena terjadi secara kondisional. “Kita selalu optimis karena dari pihak rektorat, dosen dan pihak Amongrogo sudah meyakinkan saya,” ungkap Faisal.Ia pun mengatakan hal yang sama bahwa  yang menjadi penyebab adalah akibat banyaknya jumlah Maba pada hari pembukaan.

    Faiza selaku ketua panitia berharap agar permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah (pr) bagi panitia pusat untuk mempertimbangkan jumlah Maba ketika akan menggunakan tempat. Ayun

Rektor Sindir Para Gamer

Kasiyarno, Rektor UAD saat memberikan sambutan kepada Maba dalam pembukaan P2K di GOR Amongrogo. Dok. Poros

Kasiyarno, Rektor UAD saat memberikan sambutan kepada Maba dalam pembukaan P2K di GOR Amongrogo. Dok. Poros

      (31/8) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) yang diikuti oleh 5000 lebih Mahasiswa Baru (Maba). Dalam acara yang di laksanakan di GOR Amongrogo ini, Kasiyarno selaku Rektor UAD berkesempatan menyampaikan sambutan.

    Dalam sambutannya Kasiyarno menyampaikan bahwa kerja keras dan kerja cerdas adalah cara untuk mengukir prestasi. Dia juga memaparkan terlalu banyak main game bisa merusak otak. “Syarat menjadi sukses adalah masuk perguruan tinggi, belajar, perbanyak baca buku dan internet. Lalu yang terakhir kurangi main game,” ungkapnya yang diikuti dengan sorak-sorai peserta P2K.

      Dia menambahkan bahwa main game bisa merugikan dan menghilangkan waktu yang seharusnya bisa diisi dengan hal yang bermanfaat.

     Sebelumnya dia menganjurkan kepada Maba untuk perbanyak baca buku dan diskusi dengan mahasiswa lainya. Ia juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada.

       Saat ini ada sekitar 500 Maba yang tidak bisa ikut P2K karena keterbatasan tenaga dan alokasi waktu.

     “Mahasiswa harus tekun dan mampu meraih prestasi, ” tutupnya. Dia mengakhiri pidatonya dengan sebuah pantun, yang juga sama saat mengawali sambutan. Bintang

Mahasiswa Belum Tahu Hasil TOEFL

       Yogyakarta, (POROS). TOEFL (Test of English as a Foreign Language)  adalah Tes penjajakan kompetensi Bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris setiap orang. Setiap masa PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru), UAD mengadakan TOEFL untuk seluruh mahasiswa baru yang dinyatakan lolos dan telah melakukan herregistrasi pendaftaran. TOEFL pun menjadi syarat kelulusan bagi setiap mahasiswa.

        Meskipun demikian, mahasiswa tidak mengetahui keberlanjutan hasilnya. Rizki Nanda Aprilia mahasiswa PBSI semester III menyatakan telah mengikuti tes TOEFL ketika menjadi mahasiswa baru ditahun pertama. “Sayangnya sampai sekarang kita gak dikasih tau hasilnya,” tambahnya.

      Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Lulu Azizah mahasiswa baru  Bimbingan Konseling, “kita sudah TOEFL, namun belum tahu hasilnya.” Ia menambahkan saat melakukan tes, pengawas tidak memberi tahu perihal hasilnya nanti.

     Saat Poros melakukan konfirmasi di PPB (Pusat Pengembangan Bahasa) salah seorang pegawai yang tidak ingin disebutkan namanya memaparkan bahwa hasil TOEFL disampaikan kepada mahasiswa melalui website ppb.uad.ac.id. Tati

PPMI Nasional Tuntut Kepolisian Menuntaskan Kasus Udin

            Yogyakarta, (Poros) (18/8) PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) Nasional merilis pernyataan sikap atas kasus pembunuhan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) yang hingga saat ini belum dituntaskan oleh pihak kepolisian. Udin adalah wartawan Bernas salah satu media di Yogyakarta. 13 Agustus 1996 ia dianiaya oleh orang yang tak dikenal. Setelah tiga hari dirawat ia akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Tim pencari fakta bentukan wartawan Yogyakarta kala itu menemukan bukti bahwa ia dibunuh terkait beritanya yang kritis.

           Dalam pernyataan sikapnya Abdus Somad selaku Sekjen PPMI Nasional menuliskan kasus ini telah mengendap cukup lama di kepolisian DIY. Ia melanjutkan janji Kapolda DIY untuk segera mengusut kasus Udin hanya ucapan semata, bahkan kepolisian tak juga memperlihatkan kejelasan untuk menindak lanjutinya. Hingga saat ini, kasus ini mengalami pembiaran.

           Tidak hanya kasus wartawan Udin, dalam tulisannya Somad menuliskan bahwa PPMI juga melihat proses kebebasan pers di Indonesia yang tidak berlangsung sehat. Hal ini dibuktikan dengan data pada Aliansi Jurnalis Independen Indonesia yaitu dari Januari tahun 2014 hingga Agustus 2015 tercatat 69 kasus yang berkaitan dengan pengekangan kebebasan pers.

           Menurut Somad pembungkaman dan upaya pemidanaan dalam penyelesaian kasus pers adalah usaha yang keliru. Berikut adalah pernyataan sikap PPMI Nasional atas pengendapan kasus yang menimpa wartawan di Indonesia:

  1. Menuntut pihak Kepolisian khususnya Kapolri dan Kapolda DIY untuk mengutamakan penuntasan kasus pembunuhan wartawan Udin yang sampai saat tidak diusut kembali. Mengingat pada tanggal 17 Agustus 2015 kasus wartawan Udin sudah menginjak 19 tahun. Jika tidak ada tindakan sampai saat ini, maka kami menilai pihak kepolisian tidak serius dan cenderung menutupi kasus pembunuhan wartawan Udin.
  2. Mengecam segala bentuk kekerasan dan pengekangan terhadap kebebasan pers yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu kepada jurnalis yang sedang melakukan kerja-kerja Jurnalistik.
  3. Mengingatkan kepada para jurnalis untuk memperhatikan Kode Etik Jurnalistik dalam melakukan kerja jurnalistik. Mengingat kekerasan terhadap jurnalis juga banyak disebabkan karena tindakan seorang jurnalis dalam bertugas.

              Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga kasus pembunuhan wartawan Udin diutamakan penuntasannya oleh pihak kepolisian. Serta kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang kembali. Fara

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,229 other followers