pena poros online

19 May 2009

berita kampus

Filed under: info kampus — penaonline @ 4:28 am
Tags:

Parkir Terbatas:
Galakkan Sepada Masuk Kampus

Oleh : Sri Setiyawan

Jumlah hutan di Indonesia serta populasi yang terdapat di dalamnya semakin memprihatinkan. Hal ini semakin miris dengan perbandingan jumlah kendaraan penghasil emisi karbon dan pabrik-pabrik yang semakin menjamur. Kualitas kesehatan masyarakat menjadi pertaruhan untuk hanya sekedar dibiarkan statis dengan polusi yang melewati ambang batas, apalagi dibiarkan terjun bebas.

Berangkat dari harapan Afan Kurniawan, dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang ingin mahasiswa dan dosen memiliki wawasan tentang sarana transportasi yang bersih dan sehat, pada pertengahan 2008 lalu dibentuklah Sepeda Kampus Ahmad Dahlan (SKAD) secara informal. Sebuah komunitas mahasiswa dan karyawan UAD yang menggalakkan penggunaan sepeda ke kampus.

“Kita melihat kampus kita ini kan sudah sangat padat ya mas tapi dengan kualitas parkir kita yang sangat terbatas, sehingga bila seganap civitas akademika kita mau mengganti kendaraannya dengan sepeda akan sangat membantu,” ujar Afan.

Selain itu, dosen alumnus Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta ini menambahkan, sebagai insan akademis mahasiswa dan dosen sebaiknya memiliki kepedulian akan kualitas lingkungan hidup yang akan kita wariskan kepada anak cucu dan juga demi alasan kesehatan.

Dengan kampanye sepeda sebagai alat transportasi untuk kehidupan sehari-hari SKAD berharap lebih banyak mahasiswa dan dosen UAD mengganti kendaraan bermotornya dengan sepeda.[]

18 May 2009

berita utama

Filed under: wacana pers — penaonline @ 4:56 am

Parade Musik Etnis Djogja Banget

Greenhall UAD kampus III Bergetar. Efek musik Monrefer Heavy Metal Metalica dan tiga lagu cadas lainnya meledakkan suasana malam itu (17/05). Acara yang bertajuk Djogja Banget 2009 itu menampilkan tiga bintang tamu lokal Jogja. Acara suguhan band-band indie pemula UKM Musik UAD membuat penonton yang sebelumnya duduk di pinggir area serentak mendekati panggung.

Alunan musik hasil kolaborasi alat musik tradisional dengan modern itulah tanda acara sesuai dengan tema “Music Parade and Culture Expresion.” Sebuah parade pencarian bakat dengan kompetisi ini layaknya kampanye kebudayaan Jawa. Paduan musik band etnik yang dimainkan oleh Stupa ini bukan sebatas hiburan. Seperti bukti eksistensi budaya yang terjaga di tengah ramainya entry modernisasi.

Demikianlah usaha UKM Musik UAD menyajikan musik-musik etnis. Mengingatkan penikmatnya bahwa tidak ada budaya yang sia-sia karena waktu dan kita adalah sama.[]

Blog at WordPress.com.