Ribetnya Pelayanan di UAD
Ini yang dari dulu saya keluhkan, kenapa KRS harus manual, padahal sudah on line? Bukankah ini dua kali kerja bahkan juga tidak efektif. Prosedur ini yang mestinya tidak perlu. Teman saya dari Universitas swasta di DIY (bukan bermaksud untuk membandingkan) mengomentari saya, dan ia bilang “kok jadul banget sih!.” Apalagi kalau pembayaran, kenapa harus di bank kampus, padahal di luar juga sama banknya. Ini untuk menghindari antrian dan berdesak-desakkan mahasiswa yang melupakan jenis kelaminnya.
Maklum saya masih tahun pertama di kampus ‘orange’ ini, jadi saya berharap pihak kampus memperhatikannya.
Ony, Mahasiswa Fakultas Sastra
Hehe, Siapa suruh masuk UAD??!!
Kalau nggak puas pindah aja mas. Tapi kalau masih semangat, kenapa nggak demo… hehehe
Comment by bocahcilik — 27 March 2008 @ 6:59 am |
yupz… sepakat buanget tu.. kampus “orange”!!! apa-apa pelayananya ribet,,, padahlkan yang namanya PTS tu mstinya pelayanan untuk mahasiswa itu no. 1… kan mahasiswa yang gaji.. dalam Islam ada pepatah “senyum itu ibadah”…lah di UAD “senyum aja kok susah”….
Comment by Me — 19 May 2008 @ 9:37 am |